Ada yang Lebih Indah daripada Dunia Ini
KEKAYAAN godaan yang amat besar bagi kehidupan. Karena kekayaan yang tampak sekarang ini (di dunia) hanyalah sementara, fana. Kekayaan kini memang menggambarkan sebuah lukisan yang amat indah dan ideal. Akan tetapi, itu hanya dusta semata.Kekayaan saat ini di dunia hanyalah tipu muslihat, tipu daya. Kekayaan di dunia menggambarkan betapa nestapa keserakahan amat luas, terhampar jelas. Inilah gambaran kekayaan yang selama ini banyak orang mencari, mereka merangkak demi secuil kenikmatan dunia ini.
Wahai saudaraku, sadarilah bahwa kekayaan saat ini tak akan sebanding dengan kebahagiaan di akhirat meski hanya mencium bau surga saja. Itu akan lebih indah dan bahagia. Insya Allah.Wahai saudaraku, percayalah kehidupan di dunia ini fana, sementara, dan sederhana. Maka berjalanlah di jalan yang Allah SWT ridhai.Rasulullah bersabda, “Bagiku, mengucapkan, ‘Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar’, adalah lebih aku senangi daripada sesuatu yang terkena sinar matahari (dunia).” Seseorang dari salafussalih pernah mengatakan tentang orang-orang kaya, istana-istana, rumah-rumah megah, dan harta mereka sebagaimana berikut, “Kami makan dan mereka pun juga makan. Kami minum dan mereka pun juga minum. Kami melihat dan mereka juga melihat. Namun kami tidak akan dihisab ketika mereka mereka dihisab.” Amatlah berbeda, tatkala siapa yang menyimpan dunia di dalam hatinya. Ia akan senantiasa mengejarnya meski dengan tertatih-tatih. Ia hanya akan bahagia sebatas apa yang ia miliki di dunia saja, mungkin?Tetapi, sungguh berbeda pemandangannya jikalau ia melihat dan menempatkan dunia ini hanya sebatas jembatan. Ya, jembatan untuk meraih kebahagiaan yang kekal, kelak. Surga-Nya. Yang Dia janjikan bagi setiap hamba-hamba-Nya shaleh. Taat kepada-Nya, mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya.
Pada malam pertamaku di alam kubur terlupakan istana-istana Khawarniq dan harta karun Anukisra Ketika Allah berfirman, “Dan, sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya,” (QS. Al-An’am: 94).orang-orang yang beriman pun berkata, “Dan, benarlah Allah dan Rasul-Nya,”(QS. Al-Ahzab: 22).Sedangkan orang-orang munafik berkata, “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya,” (QS. Al-Ahzab: 12).
Kehidupan Anda adalah cerminan dari apa yang Anda pikirkan. Artinya, semua hal yang Anda pikirkan dan Anda hayati akan sangat berpengaruh pada kehidupan Anda, baik ketika bahagia maupun sengsara. Sebuah sindiran mengatakan, “Bila Anda tak beralas kaki, lihatlah orang yang kedua betisnya buntung, karena Anda akan dapat mensyukuri kedua kakimu.” Seorang penyair mengatakan, “Kegundahan tak akan penuhi relung hatiku sebelum ia jadi kenyataan, dan kalaupun benar terjadi, aku takkan merasa gelisah sedikitpun.”
Percayalah, Allah SWT akan memberikan jalan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan yakin terhadap apa yang dijanjikan Allah.
Percayalah, apapun yang ada di langit dan di bumi berserta isinya tak akan luput dari pengawasan dan karunia rahmat-Nya.
Percayalah, disetiap kesulitan pastilah ada kemudahan di dalamnya. Jangan Bersedih terlalu, hingga berlarut-larut dan melupakan-Nya. Yakin dan selalu yakin bahwa ini adalah yang terbaik bagi kita dari-Nya.
Referensi: E-book La Tahazan JanganBersedih!/DR. ‘Aidh al-Qarni/Qisthi Press