Saat Orang Miskin Mau Naik Haji, Orang Kaya Mau Jadi Politisi
INILAH potret negeri ini, saat orang miskin bercita-cita naik haji, orang kaya justru bercita-cita menjadi politisi. Niatnya awal si kaya memang mengabdi. Sayangnya begitu duduk di kursi senayan malah terlibat kasus korupsi. Di saat yang sama orang-orang miskin berjuang dengan tetes keringat sendiri, berusaha bagaimana caranya bisa sekali dalam seumur hidup menginjakkan kaki di tanah suci.Daripada sibuk jadi politisi hingga berujung pada kasus korupsi, akan lebih bijak apabila si kaya membuka lapangan kerja bagi si miskin agar layak gaji. Dengan cara demikian niscaya kekayaannya bukan sebatas harta di dunia ini, tetapi juga menjadi bekal berharga di akhirat nanti.
Untuk si kaya dengarkan ini, “Percayalah kedudukan menjadi pejabat itu ujian yang paling ngeri, apabila tidak pandai membawa diri akan terjerumus pada tindakan yang kurang terpuji. Lebih baik pergunakan harta untuk berbagi, sedekah yang bermanfaat pahalanya sebenar tinggi. Apalagi kalau dengan lapangan kerja yang dibuat menjadikan si miskin menunaikan ibadah haji. Surga terbaik di sisi-Nya semoga mewujud saat kebangkitan setelah mati.
”Sedangkan untuk si miskin jangan pernah berhenti bermimpi. Teruslah kuatkan cita-cita di dalam relung sanubari. Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan mengerti, kesungguhan umat-Nya yang mendamba bisa menunaikan ibadah haji. Meski sebatas niat sesungguhnya hal yang demikian sudah ciri akhlak terpuji. Jadikan cita-cita luhurmu sebagai penyuluh motivasi, agar tekun bekerja disertai doa sepanjang hari.
Bersyukurlah menjadi orang kaya karena diberi kesempatan untuk berbagi.
Bersabarlah bagi yang miskin karena dengan begitu dirimu memiliki ketangguhan kerja untuk mewujudkan segala mimpi. Suatu ketika seluruh umat manusia akan merasakan mati, harta itu hanyalah titipan illahi sedangkan amal kebajikan menjadi penyelamat saat hari penghakiman nanti.
Bila si kaya berkenan untuk membuka lapangan kerja bagi si miskin hingga layak gaji, lalu si miskin memanfaatkan kelebihan gajinya untuk menunaikan ibadah di tanah suci, tentu akan sempurnalah titipan harta di dunia ini. Besar harap, kalian semua bisa memahami.