Belum Melakukan Kebajikan Jika belum Melakukan Hal Ini
SERINGKALI di antara kita banyak yang merasa telah berbuat baik. Banyak hal yang telah dilakukannya, mulai dari ibadah wajib hingga ibadah sunnah dan sosial begitu ditekuni. Tapi pertanyaannya adalah benarkah kita sudah berbuat baik? Allah telah berfirman, jika engkau ingin bertanya apakah dirimu sudah termasuk golongan mereka yang berbuat kebajikan, perhatikanlah kata-kataNya.“
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke timur dan barat itu suatu kebajikan. Tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 177)
Ketika turun ayat ini, sebagaimana diriwayatkan oleh perawi hadits yang enam, Abu Thalhah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Allah telah berfirman dalam firman-Nya, ‘Sekali-kali kalian tidak sampai kepada kebaikan yang sempurna sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai’, sedangkan harta yang paling kucintai adalah kebun Bairaha, maka kebun itu kusedekahkan karena Allah. Aku mengharapkan kebaikan dan simpanannya (pahala di akhirat) di sisi Allah. Karena itu, pergunakanlah kebun itu, wahai Rasul Allah, sekehendakmu”.
Rasulullah SAW bersabda, “Bagus! Itu adalah harta yang paling menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan! Aku telah mendengar mengenai kebun yang engkau katakana itu. Aku berpendapat, hendaknya kebun itu engkau berikan kepada kerabatmu.”Lalu Abu Thalhah membagi-bagikannya kepada kerabat dan anak-anak pamannya. Di antara mereka yang mendapat bagian itu adalah Ubay dan Hassan.
Hassan menjual bagiannya kepada Muawiyah, kemudian ditanyakan kepadanya, “Engkau menjual sedekah Abu Thalhah?’Dia menjawab, “Apakah saya tidak boleh menjual satu sha’ kurma dengan satu sha’ dirham?”Kisah Abu Thalhah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya. Dari hadits di atas, dapat kita renungkan bersama bahwa ternyata kita belum melakukan suatu kebajikan apabila kita tidak mengeluarkan sebagian harta yang kita cintai.
Belum berbuat kebaikan, jika kita mengeluarkan zakat setiap tahun namun kita melupakan kaum kerabat kita sendiri.
Sumber: Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan/Karya: Mohammad Fauzil Adhim/Penerbit: Pro-U Media