Berbakti pada Orang Tua yang Musyrik
ISLAM menyimpan perhatian yang cukup besar mengenai berbakti pada orang tua. Tentunya telah kita ketahui bersama bahwa berbakti kepada ke dua orang tua adalah kewajiban bagi siapapun. Bahkan ketika ke dua orang tua kita tidak menyembah Allah dan musyrik, kita tetap mempunyai kewajiban untuk tetap berbuat baik kepada mereka. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah pernah menceritakan mengenai kisah para sahabat shalih yang mempunyai orang tua musyrik, maka mereka tetap mempunyai kewajiban untuk berbuat baik pada keduanya.
“Ibuku telah bersumpah untuk tidak makan dan tidak minum, sampai aku meninggalkan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayat, ‘Sekiranya keduanya memaksamu agar kamu menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, maka janganlah kamu taati keduanya dan bergaulah dengan keduanya di dunia dengan baik.’ (Qs. Luqmaan (31): 15). (HR. Bukhari)“
Pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ibuku mengunjungiku karena rindu. Lalu aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Apakah aku harus menjalin silaturrahim dengannya?’ Nabi Menjawab, ‘Ya'”.
Ibnu Uyainah berkata, “Lalu Allah Azza wa jalla menurunkan ayat, ‘(Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangimu karena agama)'” (Qs. Al Mumtahanah (60): 8).” (HR. Bukhari).