Antara Doa dan Nabi Zakaria (Bagian 2-Habis)
Oleh: Zulfatul puadiah,
HINGGA pada suatu hari, masuklah Nabi Zakaria menemui keponakannya, Maryam yang selalu menyepi dalam mihrab (tempat shalat). Beliau mendapati buah-buahan musim panas di kamar Maryam, padahal saat itu tengah musim hujan. Nabi Zakaria bukan main herannya. Sebab, setahunya Maryam sepanjang waktu selalu bersujud kepada Allah dan tidak diperbolehkan seorang pun masuk kecuali ia dan Maryam. Atas keheranan itu,“Dari mana kau mendapatkan semua rezeki ini?” tanya Nabi Zakaria dengan heran.“Dari Allah SWT” Jawab Maryam. “Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakin-Nya.” Sambung Maryam hati Nabi Zakari merasa dipenuhi keyakinan yang tinggi, bahwa Allah maha kuasa, tiada yang mustahil bagiNya setelahia mengasuh seorang anak perempuan yaitu maryam, putera dari kerabatnya sendiri. Mayam yang akhirnya menjadi ibunda Nabi Isa As.
Sebenarnya ada kehawatiran yang berlebih di hati nabi Allah itu, ia menghawatirkan siapa yang akan menggantikan dakwah sepeninggalannya nanti. Sehingga walaupun keadaannya begitu, Nabi Zakaria tetap menyimpan keinginan untuk memiliki keturunan yang akan mewarisi keilmuannya, pun yang akan meneruskan perjuangannya menyerukan kebenaran.
Dan nabi Zakaria pun kembali berdoa memohon dikaruniai seorang putera. Ia dengan begitu sabarnya terus meminta, walaupun ia sendiri sadar bahwa menurut hukum adat hal demikian adalah suatu yang sulit untuk terjadi. Tapi berkat kesabaran, keyakinan, dan kesungguhannya, Allah kabulkan doanya. Dan atas kuasa Allah, Nabi Yahya pun kemudian terlahir dari rahim istrinya. Ini bukti nyata bahwa doa mampu mendobrak ketidakmungkinan. Lantas doa apa yang telah kita langitkan hari ini.